Minggu, 17 Januari 2010

Morocco, September 2009

Baiklah.. kali ini saya mulai dengan Morocco

saya melancong kesana beberapa waktu yang lalu di bulan September 2009, dimana setelah saya selesai menulis disertasi saya, pikiran jenuh dan kesal menghantui.
Alhasil teman baik saya yang bermukim di Leeds mengajak tour keliling Morocco untuk menghilangkan penat sejenak dan merasakan indahnya bulan Rhamadan di negara Muslim.

Ada beberapa hal yang mesti teman-teman ketahui mengenai Morocco
yang pertama, Jelas ini adalah negara Muslim yang kebanyakan kapasitas manusianya fasih berbahasa Perancis dan Arab.

yang kedua mengenai kerasnya penjual dipasar yang ketat berkompetisi memperebutkan pelanggan.
suatu senja disana saya bersama seorang teman perempuan saya berjalan di pasar terbuka sambil menghabiskan waktu menunggu Adzan tiba.
lalu kami mengarah ke bagian pasar yang khusus menjual Jus jeruk.
sebagai pelancong baru pertama kali ini saya heran melihat penjual yang tidak segan segan melempar air ke arah pelancong yang menolak secara halus membeli barang dagangan mereka.
sebelumnya mata saya banyak memperhatikan tingkah laku para lelaki berbulu lebat yang menjual barang dagangannya dipasar tersebut.
sialnya, teman kami yang kebetulan tidak berjalan bersama saya tidak menyadari hal ini.
mereka datang kearah saya yang telah membeli jus segar untuk berbuka.


Dengan keadaan setengah basah kuyub mereka menyumpah dengan bahasa Indonesia:
"dasar ARAB sialan.. masak gw senyumin waktu engga mau beli jus jeruknya malah gw disiram aer.. gila engga?!?!?! SIALAN... gw sumpahin dagangannya engga laku... emang enak!!!!"

hal yang tebaik yang saya petik sore itu adalah :
"jangan berusaha memperlihatkan muka ke arah penjual yang menawarkan barang dagangannya bila tidak ingin membeli, kecuali kalau kalian belum mandi seminggu.." :p

hal ketiga yang harus kita ketahui adalah kita harus memiliki peta daerah tersebut bila ingin berpergian tanpa travel agent.
nah.. hal ini yang kami semua sadari terlambat..
suatu pagi kami mengendarai mobil sewaan ke suatu kota yang konon katanya "katanya loh.. ini juga kami dapat dari orang indonesia yang bertemu dengan kami di suatu cafe terbuka di malam hari sebelum kami sepakat berpergian dengan mobil sewaan" antik dan indah. konon katanya kota "RABAT" ini memiliki ciri has pantai yang indah... bagunan bangunannya masih seputar bangunan kota lama yang bisa dijelajahi dengan kaki kaki para pelancong yang haus akan cerita cerita masa silam. Banyak peninggalan berupa patung patung dan gerabah yang berbau lumut tetapi sangat cantik karena terbias dengan sinar matahari di siang hari.
"OK!!! KITA KESANA..." sambut salah seorang teman saya yang cukup yakin kami bisa merasakan hal yang sama.
kami berangkat pagi itu dengan hati ringan.. sarapan sudah kami jadikan satu dengan saur.. dan bensin mobil telah kami isi penuh sebelumnya dan kami berpergian dengan 2 mobil sedan yang bisa dibilang cukup nyaman. (saya naik mobil nomor 2 )

1 hal yang harus kita sadari ketika berpergian ke negara lain "APAKAN KALIAN BENAR BENAR BISA MEMBACA ARAH JALANNYA ??? INGAT.. KITA DI KOTA ANTI INGGRIS.. KIRA KIRA ADA BAHASA INGGRISNYA ENGGA????"

"bedon..." setelah 3 jam hanya berputar2 dalam perjalanan salah satu teman saya mengeluh..
"kita sampe mane seehh??!?! buset... jauh amat seh rabat.. si gonjes bener kagak baca petanya.. maen tancep2 ajeh seh...", sambut satunya lagi
"sabar.. kita juga nyampe sejam lagi... " sang supir yang menyabarkan kamipun membungkam keluh kesah kami dan menepis rasa kesal yang mulai berontak muncul.

setelah sampai di penjalanan akhir, tepatnya melewati jalan bebas hambatan (ini benarbenar bebas loh.. soalnya cuman liat gurun sama kambing doang... jadi bebas dari manusia sama mobil mobilnya sekalian) kami melihat plang besar yang menyebutkan :
مرحبا بكم في مدينة الرباط
"selamat datang di kota rabat"

"jiaaahh... akhirnye kita sampe juga neh mbak" salah satunya menyambut riuh..
mobil di depan kami juga sepertinya ikut menyambut riuh, hal tersebut sangat kuat saya katakan ketika saya melihat siluet tangan penumpang di kursi belakangnya mengangkat tinggi tinggi... :)

setelah melintasi luar kota dan mulai memasuki inti kotanya kami melihat fenomena yang jauh dari kata "TUA"

gedung gedung tinggi menjulang, dengan banyak mobil mobil mewah melewati kami.. dikanan dan kiri jalan banyak toko toko makanan siap saji dan sampah menyambut di sisi kiri dan kanan tokonya. terdapat 1 gedung besar tidak tinggi, tetapi panjang dan berdiri kokoh.. kami membaca sambil mengeja "Conseil municipal"

"Kon- Se-il Mu-Ni-si-Pal" salah satu teman saya yang duduk di depan membaca pelan pelan...
"apaan tuh mbak?" tanya nya.., "oh ini museum buat konglomerat.." ada yang menyeloteh sok tahu...

"kalo itu apa? Les -Toi-let-tes Pub-blik?" (
les toilettes publiques),
"wah kalo ituh udah jelas.. less.. artinya kurang.. berarti disini kurang fasilitas buat tempat buang hajat.. ck ck ck" masih dengan sok tahu dia menjelaskan.

setelah memutar jalan selama 20 menit.. kami hanya terheran heran...
"mana antiknya??? jalanannya macet... engga ada gedung tuanya sama sekali.. ?"
akibat 1 komentar saja akan berujung pada pertikaian di dalam mobil...

mulai lah kami memutuskan untuk memberikan pesan singkat melalui sms kepada salah satu teman kami yang berada di mobil depan.
"Wati.. tolong bilangin gonjes buat minggir sebentar.. kayaknya kita percuma lama lama disini... kagak ada bagus bagusnya nih kota.."

setelah kira kira lima menit pesan terkirim lalu mobil di depan kami mulai menepi.
salah satu teman kami keluar dari mobil..
lalu teman kamipun yang berperan sebagai co-pilot melangkah turun menghampirinya.
kami hanya melihat mereka berbincang bincang di luar mobil.
saat itu kami memutuskan untuk tidak turun dari mobil karena cuaca tiba tiba berubah menjadi kelabu dan hujan gerimis turun mengguyur kota rabat perlahan.

co-pilot masuk.
"gimana gan? ada keputusan?", tanya ku.
"kite kayaknya engga bakalan stay lama disini. gonjes bilang kita langsung cabut ajah ke kota berikutnya. Agadir.", sambutnya
"jauh kagak gan?", balasku
"lumayan.. kira kira (sambil membuka peta) empat jam lagi kita nyampe bu.. giamana? (sambil nyengir)"
"AKKKHH... gila...", sambut noi noi.. "capek gw.. lama bener di mobil.. kaki nih udah pengkor.."
"tenang noi.. di agadir paling puas deh.. 4 hari kita.. isinya pantai... pasti lu suka.. sabar yah..
(senyum)", hibur sang co-pilot.

setelah tidak punya apa apa lagi untuk diperdebatkan, kamipun melaju memasuki jalan bebas hambatan menuju Agadir.
sayangnya sebelum sampai di jalan bebas hambatan, kami harus melewati padatnya jalanan di kota Rabat.. dimana mana sangat macet. mobil kami hanya melaju sedikit sedikit. rasa panas dan kesal melingkupi.. tapi kami pu hanya menggerutu ringan dan pasrah sambil berharap kami segera memasuki jalan bebas hambatan.

setelah melewati sejam di dalam pergulatan melawan padatnya jalanan kota Rabat, kami memasuki jalan bebas hambatan. sepanjang jalan hanya terlihat gurun tandus, beberapa rumah kecil yang tampaknya sudah tidak berpenghuni karena pintu pintu rumahnya sudah tidak ada lagi, beberapa domba liar, tiang listrik yang tinggi tinggi dan jalanan yang tak ada abisnya.

sore itu kami dengan beruntungnya dapat menyaksikan indahnya matahari yang tenggelam pada sisi kanan jalan. langit berubah mencuat menjadi orange di temani dengan banyaknya burung burung hitam yang aku tidak yakin apa itu jenisnya.. tapi tampak indah di pandang seperti yang selalu terlihat di televisi.

pagi hampir pukul 2 kami sampai di hotel yang telah di booking online oleh teman kami sebelumnya,
kami pun beristirahat di dalam kamar yang berkapasitas 5 orang,
para lelaki berkumpul di kamar pertama dekat tangga hotel, dan para perempuan berkumpul di kamar kedua setelahnya.
setelah 30 menit kami berbenah dan membersihkan diri dari keringat di perjalanan tadi salah satu teman laki laki kami pun menelepon.

"halo? ini wati bukan?"
"eh iyah.. knp om jo?"
"mau keluar engga beli makanan buat saur sekalian?"
"mau mau.. ini tinggal nunggu si chingo ganti baju"
"ok. ketemu dibawah 15 menit lagi yah"
pagi itu kami memutuskan untuk melakukan saur on the road.
seperti yang biasa mungkin kalian lakukan di Jakarta, kamipun bermaksud melakukan hal yang sama seperti itu. setelah berputar puter hampir setengah jam di kota yang berpenghuni mayoritas muslim, kami menemukan kedai makanan yang menjual makanan cepat saji seperti burger dan kebab.

"nah nah.. kite disitu ajah tuh.. minggi sini mbon.. jangan mepet kanan yah..", celoteh lala..
tapi terlambat.. sebagai pengemudi hanya 1 hal yang kurang bisa jambon lakukan dengan lancar.. yaitu "parkir".
KRAK,, (suara ban mobil menghantam trotoar)

jambon hanya menyengir lebar ke arah kaca spion sambil menyeloteh "untung mobil pinjeman"

kamipun turun dan menghampiri kedai tersebut.
sepuluh orang jumlah kami mulai menghampiri pelan pelan kedai yang bisa dibilang"masih ramai" di jam jam yang bisa dibilang "pagi buta".

kami tercengang begitu kami sampai disana
para perempuan cantik dengan pakaian ketat dan minim terlihat begitu banyak membanjiri sebagian kedai tersebut, dan segelinitir laki laki setengah baya menemani mereka minum dan makan di sampingnya.

salah satu teman laki laki kami mulai membuka mulut ketika salah satu perempuan cantik dengan pakaian minim yang dadanya sangat rendah mengedipinya

"mampus.. ini rumah makan plus plus apah yak? banyak bener pereknya?"
salah satu teman pria kami mulai membuka pembicaraan

"apa kita cabut ajah?" tanyaku

"mau kemana? kita udah muter muter tadi... engga ada toko yang buka jam segini.. entar keburu imsak", noinoi menjelaskan

"yang jelas kita makan kan niatnya.. engga pake plus plus?", teman laki laki ku yang tadi ternganga mulai ikut menyeloteh

"iyah kita makan terus balik.. gituh ajah", tegas lala

hampir sepanjang waktu kami menunggu makanan datang, tak habis habisnya para perempuan cantik mencuri pandang dan berusaha menggoda teman laki laki kami.
hanya saja sepertinya mereka tidak berani mendekat, karena mereka menyangka kami para perempuan yang ada disana adalah pasangan mereka.

"gile.. tuh embak embak engga capek nyegir ke gw mulu.. risih gw liatnya..", tempi mulai menundukan kepalanya dan berbicara lambat lambat kepada kami.
sayapun hanya tersenyum geli..
hal ini bisa dibilang agak aneh, karena di negeri yang bisa dibilang kuat unsur agamanya dan dikenal dengan penduduknya yang rohani dan menjunjung tinggi nilai keagamaan masih saja ditemukan sisi "prostitusi" dalam bentuk berbeda.

satu hal yang kami sadari ketika keluar dari kedai tersebut setelah kenyang.
kedai ini rupaya kedai plus plus yang menyiapkan makan untuk tamu tamunya baik yang lapar perut maupun lapar nafsunya.

satu pelajaran lagi yang saya petik hari itu kawan:
"kalo ke Morocco jangan beli makanan dipagi pagi buta kecuali kamu ditemani pasangan sah mu"
hehehehe.

setelah subuh kami kembali ke kamar dan terlelap di tempat tidur masing masing.. bersiap menyambut siang, karena kami tahu... LAUT menanti kami untuk bermain bersama :):):)

zzzzz....
"selamat pagi chingo.. selamat tidur.. mimpi indah.. sambil ditemani alunan suara ombak dari beranda kamar hotel"

*selamat datang di Agadir. :D
Pantai dikala Senja, Agadir September 2009

*Lala, Noinoi, Chingo taken by random foreign guy that want to have chat with Noinoi :D

welcoming my creativity again :)

Setelah sekian lama saya tampil "sok sibuk" sehingga saya menelantarkan Blog saya, kini saya mencoba untuk menulis kembali mengenai indahnya dunia yang saya jalani.

Mungkin saya akan menulis beberapa Flash back mengenai perjalanan saya selama ini.. dan
mencoba menulis kisah-kisah bodoh yang pernah terjadi selama 1 tahun kebelakang.
semoga kalian semua menikmati apa yang saya anggap sebagai "ART" teman.

selamat tahun baru 2010, teman. Semoga kita semua dapat melaluinya dengan penuh makna
:)

Best wishes

Chingo :3
-London, jan ' 17 '2010

Jumat, 02 Januari 2009

:) feels warm in this picture



seandainya aku di beri kesempatan...

aku ingin menjadi bagian di dalam sebuah gambar yang berisi kehangatan seperti ini

This is For you MOM

i know, i never been a good daughter....


Momma.. "SELAMAT ULANG TAHUN"

pagi itu melalui jaringan telepon ku ucapkan kepada beliau.
berat rasanya...

hanya ini yang bisa ku lakukan untuk beliau,
karena aku tahu.. beliau sangat suka sekali akan sebuah karya seni...

hum.. memang tak seperti hasil pelukis2 ternama, namun aku membuatnya sepenuh jiwa.

"kamu sudah sarapan sayang?"
hebatnya beliau ini, padahal aku tahu beliau sedang sakit...
masih saja beliau mengkhawatirkan aku yang sehat, bugar tanpa kekurangan suatu apapun.


"aku kemarin banyak berbincang dengan teman temanmu"
salut aku padanya,
Momma ku tak segan menjamu setiap temanku yang datang ke rumah dan memperhatikan teman temanku seperti anaknya sendiri.

"sayang... kamuh jangan lupa menghubungi Izzi ya... kasian dia tambah kurus kamu tinggal ke UK"
makin bahagia rasanya begitu tahu dia begitu menyetujui hubungan kami.


"kamu senang disana?"
aku... merasa menjadi putri yang paling bahagia di beri anugrah menjadi anaknya.

sementara... dulu aku begitu nakal, kasar, dan kadang suka berbohong kepadanya...

"Momma.. maafkan aku... tidak bisa memberikan apa2"

mulai air mataku menitik satu persatu... sambil menahan pedih di dada dan rasa panas di tenggorokan aku berkata

"semoga Momma bahagia dunia akhirat"
Amien.


Beliau mulai bernyanyi sesudahnya...
seperti yang biasa dilakukannya ketika waktu aku kecil terjatuh dan menangis...

"hush my little baby....
dont turn to be blue.....
Momma always be here for you"




_Leicester (united kingdom) 25 December 2008_


Minggu, 26 Oktober 2008

Tattoo....is it good?

pernah berfikir untuk di tattoo?

hahahahaha.....
sempat terlintas...
ingin punya sepasang sayap kecil di punggung...
tapi...

waktu ada kesempatan mengantar teman ke tatto shop di salah satu tempat dekat jalan raya Kemang...
aku sedikit "berjengit" ketika melihat jarum dan benda tajam yang ada disana..

whuaaaa..
pasti sakit...


hebat ya... orang-orang yang punya nyali untuk me'nattoo dirinya ...
pasti butuh banyak pemikiran, inspirasi, dan uang yang cukup besar untuk melakukannya.

temanku bilang begini
"Tidak sakit kok Chingo... ini seperti di gigit semut saja.. "dalam hatiku menjawab " iya... tapi kan kalau semutnya banyak dan berkali2 menggigit seperti ituh sih... sakit juga"

hum.. kadang karena penasaran aku melihat tayangan di salah satu stasiun tv luar negeri yang menanyangkan tayangan "live" (langsung) tentang kehidupan para penattoo..

berat..
mereka harus handal menggambar.. dan kreatif dalam menuangkan ide diatas kulit manusia.
bayangkan kalau salah... kan tidak bisa di hapus...

he'eh..
kalau aku..
mungkin akan izin terlebih dahulu kepada suamiku suatu hari nanti.. dan berharap dia menemaniku bila aku di -tattoo nanti..

ahahahaha...

*khayalan belaka...


hum...
mungkin apa sebaiknya aku membuat kejutan untuknya dimalam pertama!?

hihihi

kita lihat saja nanti..
akan aku lakukan bila aku cukup gila dan kelebihan energi....


(^ ^)

Sabtu, 25 Oktober 2008

Selembar Kertas Foto Usang Ditumpukan buku tua...


*Priceless....

tentunya kau tak'kan mengira... aku yang mana....


I Miss Them Badly...


Rome, 1957

Kamu tahu apa yang dia suka teman?






Coklat... coklat.. dan coklat........

apapun itu yang dihasilkan dari turunan susu...

karenanya aku mencoba memesan satu (yang "unik" tentunya) melalui sahabat kecilku..

dan dia membuatkan dalam versi yang tak kuduga...
"Chingo In BunnyLand"

dan yang lebih hebatnya lagi..
dia membuatnya sembari bekerja dalam tanyangan salah satu program di stasiun televisi yang mengolah tentang "profesi unik" sampingannya itu


That's owe me a lots of words to say

"Thank you Antya Purna Duhita"

He did like and enjoy the chocolate....very much..

"Kamu tahu apa yang paling membuatku sedih hari itu?
ketika aku tahu kamu berusaha keras untuk berpura-pura tersenyum..."
(T+T)

Mommy's little girl

*ini adalah salah satu foto kerabat dekatku.. (i love this picture..*at nandos 2008)


Mommy's little girl
uum...
pingin punya baby... :D
but im still young and.. lots of things that i have to try...

hum..
kadang.. ngeliat adegan kayak gini bikin "cemburu"
mungkin mommy kuh punya segudang koleksi foto ku yang lagih beradegan nakal...
ngga ada yang manis kayak gini.. (sowry mom..)

trus sekarang kepikiran.. kalo punya anak.. enaknya umur berapa?
25-26-27?

kalo boleh menghayal (lagih...)
aku pingin punya anak..sebanyak 7..
ahahahaha

yang pertama harus laki2..
soalnya nanti gantiin "ayah" nya untuk menjadi "soko guru"

hum.. kalo yang kedua...lebih baik laki2 juga,, jangan terlalu jauh umurnya..
biar Ce'es.. an sama Abangnya (mengingat abang2ku tidak terlalu jauh berbeda letak umurnya)

yang ketiga harus..(haha "harus"..apa pula kata2 ini?!) perempuan..

God.. i just want her to be like me.. :)

dan.. yang keempat...
perempuan lagi...
supaya.. mereka berdua bisa berkoalisi untuk melawan abang2nya yang usil..
(aku yakin mereka akan usil terhadap adik-adiknya... mengingat calon "ayah" nya sangat.. amat..(bukan main) usil...(*dasar gemini..))

ahahaha

yang kelima aku mau perempuan lagih...
kenapa?
ya... aku pingin ajah... ngga boleh?!
ahahaha..
bukan.. bukan.. mengingat.... akuh sangat mengiginkan anak perempuan yang banyak.. dan kemungkinan yang kelima ini akan jadi pusaran magnet perdamaian bagi kakak kakak nya yang mulai berkelahi...

"mba... mas.. jangan berantem dong..ade' liatnya sedih.." (memelas dengan muka lucunya..)

aaaakkkhhhh...


lalu sisanya aku ingin laki laki dan satu perempuan...
nah kalo mereka akan aku ajari mengunakan bahasa sansekerta...
mengingat sudah banyak yang melupakan bahasa ini...
ini unik.. kenapa..
bayangkan..banyak bule belanda (umumnya) yang tertarik menggunakan dan mempelajari sastra tua ini..
mengingat aku dari tanah jawa..
aku ingin mereka berdiri di jalur pendidikan yang kuat dalam versi "java"
(tapi aku hanya memberikan pilihan yang bebas terhadap mereka... aku hanya menjadi panutan untuk berarah saja)

nah kenapa harus mereka berdua.. ?
jadi aku berharap mereka kembar.. laki-laki dan perempuan..
dan mereka akan memiliki teman berbicara bila menggunakan bahasa kuno tersebut..
aku berharap mereka menjadi "guru besar sansekerta"
tinggal di negara liberal.. yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan...

hum.. "ayah"nya?

ahaha tentu saja bahagia hidup bersama ku..
dengan masa tuanya yang selalu dilewatkan di rumah kayu kami di tepi pantai..
hum..

kami akan melewatkan keseharian kami, melakukan beragam aktivitas seperti memancing, berkuda, dan saling memberikan "kejutan" seperti menaruh katak dalam sepatu kulitnya...
hahahahahaha

rasakan itu ...

XD





ini niatan yang pingin diwujudtin ahahahahaha... (mulai kumat ngarangnya...)


Whopper


pernah kah kau berfikir teman?
betapa asyiknya bila punya pesta pernikahan seperti yang kita inginkan..
hahah..
mungkin aku bukan salah satu yang mengidamkan pesta pernikahan yang besar dan megah..
aku hanya ingin yang sederhana..
simple...
mungkin agak terdengar sedikit aneh..
tapi aku sangat mengiginkan peta pernikahan kuh di "Burger King"
(hahah)

memang aneh.. tapi aku hanya ingin di hadiri keluarga dekatku dan keluarga dekatnya..
lalu..
aku akan mengenakan gaun serba putih.. dari sutra.. dan sedikit mehndi di tangan...
pengantin prianya juga dengan setelan putih...rambut spike... dan kacamata dengan segaris frame silver di bagian atas kacanya.. (perfect.. tomb's up)

hum..
soal makanan..
pastinya "whopper" jadi Andalan..
setelah Ijab Qobul selesai...
kita makan segala jenis burger disana..

akan ada pengecualian buat "ajo" (Adik dari pengantin pria..*bukan nama sebenarnya)
karena dia sangat suka rendang...maka aku akan pesan daging rendang buat isi whoppernya..
hehehehe

makanlah yang puas Jo..
(hoho)

lalu setelah semuanya "kenyang makan" (hahah)

aku akan pamit bersama suamiku dan pergi dengan "jaguar" putih kami yang diparkir di samping restaurant..
hehe
kami akan berlibur..
masih "rahasia" tempatnya..
tapi aku sudah menemukan satu...
letaknya masih dikawasan Eropa...
ada pantai dengan pasir putih disana...
tempatnya "terisolasi..."
hanya pasangan muda yang akan diantar nelayan lokal kesana.. dan kami akan ditinggal disana untuk piknik dari pagi.. dan dijemput ketika malam tiba...

jadi kita akan melewatkan seharian dipulau terisolir itu.. "hanya berdua"
hahah..

setelah menyaksikan matahari tenggelam..
kita menuju restaurant..
dan makan barbeque..
mungkin malam itu suami ku tidak akan pernah menduga.. aku akan membuat kejutan untuknya esok hari...
karena kita akan ke ...
(impian kuh)
Taj Mahal..

hehehehe
Agra... i hope ill go someday...

hum hum..

(^ ^)

pulangnya.. kita akan mampir... ke "puket island"
masih dengan pantai yang indah...

berjemur hingga kulit kita hitam..
hum... i swear im gonna wear Tong and bikini that day..

wipiiiiiiieeee

dan berenang "naked" bareng ikan dilaut... hoho..
tentunya sama suami tercinta..

*kurasa ini hanya angan gila.. sulit diwujudkan.. mengingat keluarganya dari kalangan keluarga terhormat. Beliau anak tertua dan cucu pertama yang jadi panutan...

mungkin ini akan masuk dalam memori gilakuh saja.. cerita yang akan di lanjutkan ke anak cucuku..
mengingat hal tersebut akan jauh dari bayangan...
hahah...

*(@~@)*

Jumat, 24 Oktober 2008

menurut kalian ini apa lebih tepatnya?

ice cream?
apa boneka ?

Sabtu, 20 September 2008

Leicester..."selamat pagi"

Pagi itu seperti biasa..
aku tebangun dalam keadaan "lelah"
sehabis "berlari" dalam "mimpi"

aku pikir...
apakah ini akan berlangsung lama...
aku
terdiam dalam duduk
merenung dalam sepi

cahaya matahari memberontak dalam kamarku
berusaha menyelinap dalam gelap kamar..

beranjak..
kuarahkan badanku menuju jendela, meraih daun jendela..
dan membukanya...

"selamat pagi Leicester"

dia diam..
menyambutku dengan terpaan angin pagi yang dingin...
sunyi bernyanyi

aku diam menatap...

dia tersenyum...
menyambutku dengan senyumnya yang silau...

"Selamat Pagi Leicester..", kataku lagi
(kali ini sambil tersenyum..)
kali ini lelahku beranjak hilang...

('U')

Apa yang Kulihat sekarang hanyalah bagian dari "perang waktu" dalam diriku


semua yang terposting di blog saya, merupakan karangan belaka. kesamaan karakter dalam cerita, semata hanya dibuat demi menghormati teman teman tercinta saya di Indonesia.
selamat menikmati teman!!!


mungkin ini hanya sesaat...

tapi Tuhan...
jangan "siksa" aku dalam "rindu"


mungkin ini hanya sementara...

tapi Tuhan....
jangan "siksa" aku dalam "rasa"

mungkin ini hanya soal waktu...
tapi Tuhan...
jangan pernah "siksa" aku dalam "Cinta"


aku tahu ini nyata..
lebih sakit dari mimpi

aku tahu ini "Suka"
lebih sakit dari siksa...


aku rasa semua itu cuma "waktu"

terus aku pandangi
terus aku tunggu...

terdiam

aku ...

lepas dari setiap detik jarum itu berdetak..
dadaku terasa sakit

rasa ilu..
mengena..

aku tumbuh dalam rasa...


"SAKIT UNTUK MENCINTA"


_Birmingham (20 September 2008)

*sepi dalam ramainya detak kota...

Senin, 15 September 2008


"tried to survive tonight..i hope"





















Leicester At Night-Main city
semua yang terposting di blog saya, merupakan karangan belaka. kesamaan karakter dalam cerita, semata hanya dibuat demi menghormati teman teman tercinta saya di Indonesia.

selamat menikmati teman!!!



Malam itu dingin tanpanya...aku mencoba bertahan...

That goes my heart (last part-FIN)

"Havent you heard?"
"Im stuck on a face...

“Im stuck on a boy..who..fells me with joy..." (Kate Walsh)

Aku benar benar panas…..


Setelah mengalami kejadian yang selalu berujung pada akar permasalahan ini, otakku masih panas memikirkannya.

Sudah gila kah Manusia bernama Tajo ini??!

Dilain pihak, segala permasalahan mulai muncul.

Sesi kuliah ku mulai sibuk, tugas menuntut, sehingga banyak waktu tersita.

Hal tersebut bukanlah halangan bagiku untuk mencinta, karena setiap aku melihatnya dikelas, dengan adegan badan besarnya yang mulai lunglai dan limbung karena kantuk…merupakan anugerah bagiku setiap hari.

Siang itu kami akan mengerjakan presentasi yang akan kami tampilkan minggu depan.

Setiap peserta dalam pelatihan itu wajib membawakan presentasi sekitar sepuluh menit.

Presentasi tersebut merupakan salah satu bagian dari ujian akhir yang akan kami terima diakhir pelatihan ini.


Untuk sekedar informasi, pelatihan ini merupakan pelatihan berbasis “Marine science and Technology” Perikanan dan Ilmu Kelautan yang diselenggarakan oleh salah satu agency ternama dari Jerman yang bekerjasama dengan salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Setiap tahunnya, sedikitnya 20 peserta akan dipilih dan disaring langsung untuk mendapatkan pelatihan ini secara menyeluruh. Mulai dari kuliah setiap harinya selama kurang lebih 6 jam (terbagi atas dua sesi) hingga pengambilan sample yang harus kami lakukan di Kepulauan seribu dan sekitarnya di Indonesia. Pengajarnya merupakan guru besar salah satu perguruan tinggi di Indonesia, Pengamat dari UNESCO, konsultan dan pengajar dari DAAD-Germany, dan beberapa pengajar dari Universitasku.


Aku, Manyun, Para dan Besar, adalah salah satu dari 20 peserta yang beruntung yang bisa mengikuti pelatihan tersebut. Bila kami berhasil mendapat posisi juara pertama, maka kami akan mendapatkan tiket gratis ke Jerman selama 1 tahun untuk melakukan riset dan pelatihan atas materi presentasi yang kami tawarkan. Huaaaaaa… tawaran yang menarik bukan?!

Dari situlah niatku untuk mengambil s2 (master) mulai terbayang.

Setiap harinya kami harus selalu menggunakan bahasa Inggris. Baik didalam kelas maupun diluar kelas. Itupun kami buat menarik dengan melakukan perjanjian kecil dikelas.

Siapapun yang mengucapkan lebih dari 10 kata diluar bahasa inggris setiap harinya, akan mendapat hukuman membayar makan siang untuk satu kelas.


Karena itulah teman kami yang awalnya malu malu berbicara dalam bahasa inggris, mulai lancar melafalkannya dengan berani.

Bahkan ada pula yang mencampurnya sedikit dengan dialek jawa yang kental…

Kadang kami melakukan sedikit eksperimen dengan menerjemahkan beberapa kata menyerupai penyebutan serapan kata aslinya, seperti:

Tidak apa apa = No what what

Bodoh bukan main = stupid doesn’t play

Masuk angin = enter wind

Tidak enak badan =body is not delicious

Tidur tidur ayam (terkantuk-kantuk) = sleep sleep chicken

Hangat hangat tahi ayam (melakukan sesuatu yang hanya bersemangat di awal) = Warm warm chicken shit.


(hal tersebut akan lebih banyak kami sebutkan bila sedang bergurau dikelas).

Daripada kami menyebutnya dalam bahasa Indonesia, akan lebih buruk lagi karena terhitung untuk mulai menjalani hukuman.

Siang itu kami berkumpul di kosan Besar dengan maksud mengerjakan tugas. Kebetulan Besar bertetangga dengan salah satu teman kami di pelatihan tersebut. Sebut lah dia si Brother (bukan nama sebenarnya *red). Anaknya penuh senyum, sedikit gila bila membicarakan daerah asalnya. Karena banyak sekali turis mancanegara yang mulai melirik pulau yang notabene menjadi kampung halamannya.


Dia senang sekali dengan keadaan kampungnya yang indah.

Pulau tempat si Brother di besarkan cukup indah.

Disana memiliki ombak yang tinggi untuk surfing dan memiliki site yang indah untuk diving.

Tersebutlah disana terdapat pulau kecil yang memiliki panorama indah untuk dijadikan berbulan madu. Pantainya memiliki pasir putih dan asal kau tahu teman…tanpa menyelam hingga kedalaman 7 meter saja, kau sudah bisa berenang bersama penyu penyu liar penghuni pulau tersebut.

Aku dulu pernah mengunjunginya sekali, karena kecintaan ku pada laut…suatu hari aku pergi kesana untuk kedua kalinya seorang diri.

Mengunjungi panorama tersebut untuk kedua kalinya……..dan merasakan kebebasan tanpa batas….


Inilah yang disebut “Enjoy your life without anything to fear…”


Suatu saat aku akan menjelaskan makna kata tersebut.

Kembali ke Brother, dia termasuk teman yang ramah dan baik hati. Suka tersenyum dan banyak membantu teman. Dia salah satu murid yang memiliki kecerdasan yang tinggi di salah satu jurusan perikanan di fakultas ku.

Kami berbeda jurusan, tetapi aku cukup akrab dengannya. Dia pernah melakukan satu kegilaan dengan teman kecilnya di kampung halamannya. Mereka senang bermain dengan turis asing disana…dan menikmati indahnya tubuh para turis itu.

Haha, sungguh brother yang normal. Brother juga memiliki cita cita yang tinggi, dia ingin sekali bersekolah kembali keluar negeri. Dimana dia lebih banyak lagi dapat mengenal budaya baru, wanita baru, dan site baru…


”teruskan perjuanganmu Brother…aku mendukungmu!!”


Dilain hal…sore itu kami habiskan untuk menyusun materi presentasi dan belajar melakukan presentasi bersama teman teman. Brother banyak membantuku dalam bidang ini. Karena dia sangat pintar dalam meyusun slide.


Hari itu Manyun, Para, Besar, Brother, dan Aku menghabiskan waktu bersama untuk melakukan sedikit debat presentasi. Aku sangat bersemangat, karena inilah untuk pertama kalinya aku melakukan presentasi dengan bahasa Inggris.

Begitu menjelang malam, kami berniat makan bersama di kosan. Besar sudah terlihat lapar, begitu juga Manyun dan Para. Akhirnya kami memtuskan untuk membeli makanan cepat saji disekitar kampus kami. Karena kami berlima dan hanya memiliki 1 kendaraan bermotor, terutus lah dua orang untuk membeli makanan untuk kami. Belum lagi teman sekosan Besar yang bernama Bon bon juga ikut menitipkan makanan. Bon bon (bukan nama asli *red) adalah adik kelas kami di kampus. Dia memiliki suara “emas” yang khas Charlie chaplin dan senang sekali menganggu Besar. Hari itu Bon bon sedang sakit, dia menderita penyakit pembengkakkan pembuluh eustasius (saluran telinga) sehingga tidak mampu untuk membeli makan malam hari itu. Tetapi sebenarnya itu bukan masalah baginya, karena sepertinya dia lebih senang mengganggu Besar ketika sedang melakukan pelatihan presentasi daripada beristirahat seperti anjuran dari dokter.


Dua orang yang akan membeli makan malam kami adalah Besar dan Brother. Sisanya, hanya menunggu dikosan. Malam itu aku sungguh senang, karena pelatihan presentasi kami lakukan dengan baik dan semua berjalan sesuai rencana. Aku selalu berfikir apapun yang dilakukan sesuai rencana pasti akan berakhir dengan baik. Hum…masih menghela nafas…aku menunggu mereka datang membawa makan malam.


Setelah kurang lebih setengah jam kami habiskan untuk menunggu. Suara kendaraan bermotor itu mulai datang, berdengung lebih kencang dan berat. Kupikir..ada apa dengan kendaraan bermotor Brother, suaranya sedikit mengalami modifikasi?! Akhirnya aku sedikit mengintip kearah luar.

Siluet pria itu turun dari atas motor hitamnya, mengenakan helmet hitam dan jaket hitam, sepadan dengan celana jeans hitamnya. Kupikir..siapakah gerangan yang muncul? Karena Manyun dan Para tidak berada diruang tamu pada waktu itu, maka hanya aku sendirilah yang dengan sopan membukakan pintu untuknya. Dengan cepat ia berjalan masuk, melepaskan sarung tangan motornya yang hanya setengah jari dan seolah bergerak cepat dan akan menabrak pintu masuk. Tangannya mengepal kuat menandakan dia ingin sekali melakukan sesuatu. Pintu terbuka, aku menatap…dia membuka kaca helmetnya.


Alis dan bulu mata tebalnya nampak..sorot matanya begitu kukenal..

Akh..tidak..badan ku lemas…ini pasti dia…

Tidak pernah terfikir olehku malam ini akan berubah menjadi kelam..

Badanku tersungkur kebelakang..

Dia menatap, diam lalu membuka helmetnya.

Wajahnya kelihatan lesu malam ini, sehingga tak tampak sedikitpun… terbersit kemarahan dimukanya.


Aku terheran, diam dan tidak membalas tatapan matanya.

“Besar kemana?”, katanya dengan suara parau?

“aku tak tahu..”, kataku berbohong

“begitukah? Kalau begitu bisa kau sampaikan kepadanya..aku kesini mencarinya…..tolong…”, dia mengucapkan kata “tolong”, agak sedikit janggal bagiku.

Apakah pesannya penting? Seharusnya ini saatnya aku membalas dendam lama yang tersimpan.

Memangnya aku peduli dengan keperluannya, dia sudah cukup merusak perasaanku setelah sekian lama.


Tapi sepertinya pikiranku cepat berubah malam itu. aku tidak akan melakukannya.

“baik akan kusampaikan..”, kataku pelan.

“apakah kau baik-baik saja Tajo? Sepertinya wajahmu tidak menunjukkan demikian…”, akh..bodoh..mengapa kulanjutkan kalimatku..seharusnya sudah cukup sekian dan terima kasih kan!

Inilah keburukanku..sepertinya aku sulit menahan kata-kata.

“kamu baik sekali, tapi terima kasih..aku pamit” kata kata terakhirnya itu yang mengubah sudut pandang ku sekilas ketika melihatnya mengucapkan kalimat tersebut sambil tersenyum.


Aku belum pernah melihatnya tersenyum, lembut seperti ini. Mungkin otakku sudah dipenuhi segala rasa aneh dan keburukanku tentang nya. Aku pun tidak menyangka dia bisa tersenyum.

Lebih indah demikian, apa lagi sorot matanya yang tajam.

Ketika kau melihatnya, kau pasti tahu teman..ada sedikit kebaikan dalam diri orang ini.


“ don’t judge a book by its cover”, banyak sudah manusia yang mengucapkan kalimat itu berulang kali.

Tapi baru sekarang aku mengerti maknanya.


“apakah aku bisa membantumu?”, aku mulai menawarkan diri. Entah mengapa, tapi aku melihatnya begitu berbeda malam ini.


Ia begitu rapuh, seperti kucing kecil yang mencari induknya ditengah hujan besar.

Sorot matanya kini mulai hangat menatapku. Alis matanya tidak lagi berkerut, dan turun sedikit seperti bahasa tubuh yang bersyukur ada orang yang menanyakan keadaan dirinya malam itu.


“Tidak. Terima kasih Chingo. Sebaiknya aku pamit, karena ada hal lain yang akan kukerjakan. Sampai ketemu besok”, katanya sambil pamit pulang. Ia menaiki kendaraannya kembali, dan tersenyum kearahku dibawah gelapnya malam dan sinar bulan yang sedikit redup malam itu. tidak begitu indah memang. Tapi itu sudah cukup membuatku untuk merubah sikapku melihat dirinya.

Dia pergi, motornya berbunyi keras, mulai menjauh dari tempatku singgah.

Aku pun kembali masuk.


Hari ini Tuhan memberikan sebuah pelajaran singkat dan berkesan.


Apapun yang kau pikirkan tentang seseorang…

janganlah kau menilai orang tersebut buruk terlebih dahulu.

Karena kau tidak akan pernah tahu,

Karena kau tidak akan pernah menyangka,

Karena kau tidak akan pernah menduga…


Malam itu kami makan malam bersama, berlima diruang tengah.

Aku menikmati makan malamku bersama yang lain, tapi pikiranku tak terfokus.

Entah apa yang terjadi, tapi aku sepertinya tidak menikmati menatap Besar.

Pikiranku jauh melayang ke “moment” berharga sesaat yang lalu.

Pikiranku masih teracuni oleh perasaan penasaran yang sangat..


Apa yang terjadi dengan ku?

Apa ini bagian dari rencana Mu, Tuhan?!
Aku masih menduga-duga.


Manyun menatapku aneh malam itu, dia hanya tersenyum kecil.

Aku membisikkan sesuatu ditelinganya..”Nyun, kau tak’kan menyangka apa yang terjadi malam ini terhadapku..”

Dia hanya bilang “simpan saja untuk besok, masih banyak yang perlu kita kerjakan malam ini”.

Aku tersenyum…

“iya..”, jawabku

Pikiranku melayang lagi sambil menyantap makan malam, malam itu.


Sepertinya malam ini tidak terlalu buruk pikirku…

Kamis, 11 September 2008

" Waiting for her demise"

Circle of a Devil


"Kau tak'kan pernah mengira..kalau kau menjadi bagian dalam permainan di dalamnya"


Malam Di Leicester....

How i feel His Love

Foto saya
London, London, United kingdom, United Kingdom
this blog is specially presented to all the lovers in the world who have a Long Distance Relationship. (the following content were belong to writer's imagination )

I Hope So...Someday